CIKGU RAZAK

CIKGU RAZAK
Memaparkan catatan dengan label KARANGAN PMR. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label KARANGAN PMR. Papar semua catatan

Rabu, 15 Januari 2014

Penanda wacana


Penanda wacana dalam karangan BM

Sumber




Tambahan : dan, serta, lagi, tambahan lagi, tambahan pula, selanjutnya, seterusnya, di samping

Urutan : pertama, kedua, seterusnya, selepas itu, kemudian, kemudian daripada itu, akhirnya

Penyataan semula : iaitu, yakni, dengan kata lain, seperti yang diterangkan

Contoh : contohnya, seperti, ibarat, laksana, macam, umpama, bagai, bak kata, sebagai

Rumusan : rumusannya, kesimpulannya, sebagai kesimpulan, akhir kata, sebagai penyimpul kata

Tempat : berhampiran dengan, bersebelahan dengan, bertentangan dengan

Waktu : apabila, ketika, semasa, kemudian, selepas, pada mulanya, lama-kelamaan, lambat-laun, akhirnya

Sebab dan kesan : oleh itu, sebab itu, justeru itu, fasal, lantaran, jadi, dengan itu

Bandingan : seperti juga, serupa dengan, sesuai dengan, sama juga dengan

Pertentangan : tetapi, sebaliknya, sungguhpun, walau bagaimanapun, namun begitu, bertentangan dengan

Pengesahan : sebenarnya, sesungguhnya, sewajarnya, tentulah, pastilah, sememangnya

Perenggan Pendahuluan

Dewasa ini...
Belakangan...
Kebelakangan ini...
Baru-baru ini...
Mutakhir ini...
Akhir-akhir ini...
Dalam era globalisasi...

Perenggan isi

Di samping itu...
Sehubungan dengan itu...
Jika diteliti dengan lebih mendalam...
Sehubungan...
Sebagai lanjutan daripada...
Bersangkutan dengan hal...
Berkaitan...
Bersangkutan...
Disingkapkan...
Diceritakan...
Tindakan yang diketengahkan di atas...
Walau bagaimanapun...
Bertitik tolak daripada kenyataan di atas...
Jika ditinjau daripada aspek ...pula,..

Perenggan Penutup

Hal ini demikian...
Akhirnya saya menegaskan bahawa...
Kesimpulannya...
Akhirnya...
Sebagai penutup...br> Konklusinya...
Akhirulkalam...
Tegasnya...
Pendek kata...
Daripada penerangan di atas jelaslah bahawa...
Menyedar hakikat di atas...
Di sini saya ingin tegaskan...

Lain-lain

Pada hakikatnya / Sesungguhnya,...
Sebenarnya, / Pada hakikatnya,...
Dengan kata lain /Dengan erti kata yang lain...
Maksudnya di sini...
Hal ini bermakna...
Oleh sebab itu/ lantaran itu...
Walhal/Oleh hal yang demikian...
Sedangkan / Pada hal...
Meskipun/Sungguhpun...
Walaupun / sekalipun...
Ekoran daripada / Akibatnya...
Rentetan daripada/ lanjutan itu...
Dalam konteks ini/Dalam hubungan ini...
Hal ini bertepatan /bersesuaian dengan...
Hal ini memang sejajar dengan...
Situasi ini seolah-olah mengambarkan...
Tidak syak lagi/ Tidak dapat tidak...
Namun begitu...
Lebih-lebih lagi...
Tambahan pula...
Justeru...
Oleh hal yang demikian...
Sungguhpun demikian...

Contoh penggunaan penanda wacana

Penanda Wacana Untuk Ayat Pertama Setiap Perenggan

- Kita dapat menyaksikan betapa......
- Kita seharusnya berterima kasih kepada pihak kerajaan kerana...
- Lazimnya, dalam keadaan....
- Namun demikian, suatu hakikat yang tidak boleh dikesampingkan ialah ....
- Pada hemat saya ......
- Pada pandangan saya ....
- Pada realitinya, memang tidak dapat dinafikan bahawa ....
- Sebagaimana yang kita ketahui ...
- Sebagaimana yang kita maklumi ...
- Sejak awal lagi ...
- Sejak kebelakangan ini ....
- Selain itu, pada masa ini juga ...
- Seperti yang telah dinyatakan...
- Umum mengetahui bahawa...
- Lanjutan daripada huraian yang telah dinyatakan di atas ...

Penanda Wacana Untuk Ayat Kedua dan Seterusnya Dalam Karangan

- Bagi sesetengah orang ....
- Begitu juga dengan ..
- Begitu juga halnya dengan ...
- Bertitik tolak daripada itu ...
- Bukan itu sahaja ...
- Dalam hal ini...
- Dalam konteks ini...
- Dalam zaman yang serba canggih ini...
- Daripada realiti ini dapat kita katakan bahawa.....
- Dengan adanya....
- Dengan berbuat demikian.....
- Dengan perkataan lain....
- Disebabkan hal itu....
- Disebabkan keistimewaan inilah kita.........
- Hal ini berlaku disebabkan.....
- Hal ini penting dalam....
- Hal ini serupa dengan....
- Hal yang serupa berlaku apabila.....
- Hal ini disebabkan.....
- Hal ini membuktikan bahawa....
- Hal ini menggambarkan bahawa.....
- Hal ini secara tak langsung akan...
- Hal ini semua meninggalkan kesan kerana....
- Hal ini tentu sekali membuatkan....
- Jadi kita perlu.....
- Jadi kita hendaklah......
- Keadaan ini tentunya.....
- Lantaran itu sehingga kini...
- Kesemua ini menyumbang kepada....
- kita mengakui bahawa.....
- Kita sering menonton di kaca telivesyen...
- Kita sering membaca di dada-dada akhbar....
- Memandangkan keadaan yang sedemikian....
- Namun sejak kebelakangan ini....
- Oleh itu bolehlah dikatakan....
- Secara logiknya masa yang.....
- Sejak seawal usia kemerdekaan negara ini lagi, kita....
- Keadaan ini seharusnya boleh.....
- Walaupun demikian, sejak akhir-akhir ini....
- Kendatipun demikian, kita masih....
- Yang paling nyata ialah...
- Yang perlu kita pastikan ialah...

Beberapa contoh penggunaan penanda wacana dalam karangan

Penanda wacana untuk memulakan ayat pendahuluan karangan.

Urutan : pertama, kedua, seterusnya, selepas itu, kemudian, kemudian daripada itu, akhirnya
Penyataan semula : iaitu, yakni, dengan kata lain, seperti yang diterangkan
Contoh : contohnya, seperti, ibarat, laksana, macam, umpama, bagai, bak kata, sebagai
Rumusan : rumusannya, kesimpulannya, sebagai kesimpulan, akhir kata, sebagai penyimpul kata
Tempat : berhampiran dengan, bersebelahan dengan, bertentangan dengan
Waktu : apabila, ketika, semasa, kemudian, selepas, pada mulanya, lama-kelamaan, lambat-laun, akhirnya
Sebab dan kesan : oleh itu, sebab itu, justeru itu, fasal, lantaran, jadi, dengan itu
Bandingan : seperti juga, serupa dengan, sesuai dengan, sama juga dengan
Pertentangan : tetapi, sebaliknya, sungguhpun, walau bagaimanapun, namun begitu, bertentangan dengan
Pengesahan : sebenarnya, sesungguhnya, sewajarnya, tentulah, pastilah, sememangnya
Perenggan Pendahuluan
Dewasa ini...
Belakangan...
Kebelakangan ini...
Baru-baru ini...
Mutakhir ini...
Akhir-akhir ini...
Dalam era globalisasi...
Perenggan isi
Di samping itu...
Sehubungan dengan itu...
Jika diteliti dengan lebih mendalam...
Sehubungan...
Sebagai lanjutan daripada...
Bersangkutan dengan hal...
Berkaitan...
Bersangkutan...
Disingkapkan...
Diceritakan...
Tindakan yang diketengahkan di atas...
Walau bagaimanapun...
Bertitik tolak daripada kenyataan di atas...
Jika ditinjau daripada aspek ...pula,..
Perenggan Penutup
Hal ini demikian...
Akhirnya saya menegaskan bahawa...
Kesimpulannya...
Akhirnya...
Sebagai penutup...br> Konklusinya...
Akhirulkalam...
Tegasnya...
Pendek kata...
Daripada penerangan di atas jelaslah bahawa...
Menyedar hakikat di atas...
Di sini saya ingin tegaskan...
Lain-lain
Pada hakikatnya / Sesungguhnya,...
Sebenarnya, / Pada hakikatnya,...
Dengan kata lain /Dengan erti kata yang lain...
Maksudnya di sini...
Hal ini bermakna...
Oleh sebab itu/ lantaran itu...
Walhal/Oleh hal yang demikian...
Sedangkan / Pada hal...
Meskipun/Sungguhpun...
Walaupun / sekalipun...
Ekoran daripada / Akibatnya...
Rentetan daripada/ lanjutan itu...
Dalam konteks ini/Dalam hubungan ini...
Hal ini bertepatan /bersesuaian dengan...
Hal ini memang sejajar dengan...
Situasi ini seolah-olah mengambarkan...
Tidak syak lagi/ Tidak dapat tidak...
Namun begitu...
Lebih-lebih lagi...
Tambahan pula...
Justeru...
Oleh hal yang demikian...
Sungguhpun demikian...
Contoh penggunaan penanda wacana
Penanda Wacana Untuk Ayat Pertama Setiap Perenggan
- Kita dapat menyaksikan betapa......
- Kita seharusnya berterima kasih kepada pihak kerajaan kerana...
- Lazimnya, dalam keadaan....
- Namun demikian, suatu hakikat yang tidak boleh dikesampingkan ialah ....
- Pada hemat saya ......
- Pada pandangan saya ....
- Pada realitinya, memang tidak dapat dinafikan bahawa ....
- Sebagaimana yang kita ketahui ...
- Sebagaimana yang kita maklumi ...
- Sejak awal lagi ...
- Sejak kebelakangan ini ....
- Selain itu, pada masa ini juga ...
- Seperti yang telah dinyatakan...
- Umum mengetahui bahawa...
- Lanjutan daripada huraian yang telah dinyatakan di atas ...
Penanda Wacana Untuk Ayat Kedua dan Seterusnya Dalam Karangan
- Bagi sesetengah orang ....
- Begitu juga dengan ..
- Begitu juga halnya dengan ...
- Bertitik tolak daripada itu ...
- Bukan itu sahaja ...
- Dalam hal ini...
- Dalam konteks ini...
- Dalam zaman yang serba canggih ini...
- Daripada realiti ini dapat kita katakan bahawa.....
- Dengan adanya....
- Dengan berbuat demikian.....
- Dengan perkataan lain....
- Disebabkan hal itu....
- Disebabkan keistimewaan inilah kita.........
- Hal ini berlaku disebabkan.....
- Hal ini penting dalam....
- Hal ini serupa dengan....
- Hal yang serupa berlaku apabila.....
- Hal ini disebabkan.....
- Hal ini membuktikan bahawa....
- Hal ini menggambarkan bahawa.....
- Hal ini secara tak langsung akan...
- Hal ini semua meninggalkan kesan kerana....
- Hal ini tentu sekali membuatkan....
- Jadi kita perlu.....
- Jadi kita hendaklah......
- Keadaan ini tentunya.....
- Lantaran itu sehingga kini...
- Kesemua ini menyumbang kepada....
- kita mengakui bahawa.....
- Kita sering menonton di kaca telivesyen...
- Kita sering membaca di dada-dada akhbar....
- Memandangkan keadaan yang sedemikian....
- Namun sejak kebelakangan ini....
- Oleh itu bolehlah dikatakan....
- Secara logiknya masa yang.....
- Sejak seawal usia kemerdekaan negara ini lagi, kita....
- Keadaan ini seharusnya boleh.....
- Walaupun demikian, sejak akhir-akhir ini....
- Kendatipun demikian, kita masih....
- Yang paling nyata ialah...
- Yang perlu kita pastikan ialah...


Beberapa contoh penggunaan penanda wacana dalam karangan

Penanda wacana untuk memulakan ayat pendahuluan karangan.

1.     Sedarwarsa ini sering meniti dari bibir ke bibir umat manusia di segenap empat penjuru dunia ini tentang isu.......

2.     Era pascaperindustrian dan pascaglobalisasi yang serba mencabar akal dan minda kita telah......

3.     Sudah terang lagi bersuluh, semakin hari kita semakin menghampiri ambang 2020. Keadaan ini menandakan titik permulaan pelbagai cabaran dan rintangan yang bakal menghambat.....

4.     Dasawara ini, sama ada kita sedar atau tidak lantaran terlalu dihidangkan dengan pembangunan negara yang semakin gahdi persada dunia. Namun disebalik itu, kita acapkali tersentak oleh pelbagai permasalahan sosial yang beronal yang dicetuskan oleh rakyak kita sendiri.

5.     Dalam dunia yang dilingkari kemajuan sains dan teknologi ini…

6.     Sejak dua dan tiga dekad kebelakangan ini memang kita dapat menyaksikan…..


Penanda wacana untuk ayat terakhir pendahuluan karangan.




1.     Oleh itu, kebaikan dan keburukan yang mewarnai fokus perbincangan akan dihuraikan dengan terperinci demi kebaikan bersama.

2.     Sebagai memperkukuhkan lagi penyataan tersebut, punca-punca yang menunjangi masalah ini perlu diperincikan demi kebaikan bersama.

3.     Usaha pasti akan membuahkan hasil kalau pelbagai langkah yang efektif dan drastic dilakukan segera untuk mengatasi masalah yang sudah bersarang lama di negara kita ini.

4.     Setelah meneliti dan mengkaji sehingga ke akar umbi, saya bersetuju dengan pendapat yang menyatakan……

5.     Tiada penyakit yang tiada penawarnya, maka langkah-langkah yang konkrit, sistematik dan pragmatik harus dijalankan secara berterusan agar masalah ini boleh dibasmi hingga ke akar umbi

Jumaat, 9 September 2011

isu jimat cermat

Karangan – Kepentingan Amalan Berjimat Cermat

Dasawarsa, negara kita telah dilanda oleh gelombang inflasi secara global. Setiap pengguna tidak dapat melepaskan diri daripada kepompong inflasi. Sehubungan dengan itu, segenap masyarakat diseru supaya mengimplementasikan amalan berjimat cermat dalam rutin hidup mereka untuk menghadapi keperitan itu. Semua ajaran agama mengajar penganutnya agar berjimat cermat dan tidak membazir dalam kehidupan. Filosofer Laotze berkata, “Kehidupan membazir dan tamak akan mendorong manusia ke arah kebinasaan.” Hal ini memanifestasikan bahawa betapa pentingnya amalan berjimat cermat dalam kehidupan sehari-harian kita.

Seperti pepatah , “malang tidak berbau”, iaitu manusia tidak dapat menduga segala bencana atau kecemasan yang terdiri daripada menghidap penyakit, kemalangan , kebakaran dan sebagainya. Ketika berlakunya sesuatu kecemasan, wang sering menjadi faktor utama untuk kita menyelesaikan banyak masalah. Di manakah kita dapat memperoleh jumlah wang yang banyak untuk menghadapi sesuatu yang tidak diingini, terutama menjalani pembedahan? Adakah kita perlu menghulurkan tangan untuk meminta bantuan? Sebaliknya segala masalah dapat dikekang atau diminimumkan jika kita dapat berjimat cermat dan sentiasa bertabung dalam kehidupan sehari-harian. Kita perlu sentiasa mengingati peribahasa Melayu, “Sediakan payung sebelum hujan.” Tuntasnya, amalan berjimat cermat merupakan tindakan berjaga-jaga untuk membuat persediaan sebelum berlakunya sesuatu kecemasan kerana panas tidak sampai ke petang.

Tidak dapat dinafikan bahawa amalan berjimat cermat merupakan mangkin yang efektif untuk memelihara dan memulihara alam sekitar. Hal ini demikian kerana manusia sedang mengeksploitasikan sumber alam semaksimumnya tanpa memikirkan akibat yang bakal dihadapi. Jika manusia dapat mengubah kehidupan mereka dengan berjimat cermat dari segi makanan, penggunaan bekalan air dan elektrik serta kertas dan lain-lain lagi, kita sedang menuju ke arah menyelamatkan bumi kita daripada mengalami kemusnahan. Gara-gara manusia mengejar kemewahan hidup dan bersikap boros, banyak khazanah alam telah diteroka terutamanya bahan galian dan hutan. Bayangkan suatu hari nanti, manusia terpaksa bunuh –membunuh dan berperang kerana merebut bekalan air. Bak kata peribahasa, “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna” dan “jangan terhantuk baru tengadah”, kita perlu berjimat cermat dalam penggunaan setiap benda sebagai langkah mencintai alam kita.

Saban hari isu ceti haram atau along sering menghiasi dada akhbar sehingga mangsa tersebut membunuh diri malah membunuh sekeluarga kerana tidak larat lagi menghadapi penganiayaan along yang bermaharajalela. Ketika mengamati berita ini, kita dapat mengetahui bahawa mangsa berkenaan tidak mahir mengurus pendapatan mereka. Lazimnya mereka tidak bersikap ukur baju pada badan sendiri tetapi membesarkan kerak nasi dalam perbelanjaan. Walhasil, mereka sentiasa berhutang keliling pinggang. Sebaliknya jika kita sentiasa berbelanja secara hemat tanpa boros, kita pasti dapat menyimpan wang yang berlebihan dalam simpanan bank atau melabur dalam skim amanah saham untuk keperluan masa depan. Ternyata amalan berjimat cermat berupaya menguruskan perbelanjaan secara teliti bagai menarik rambut dalam tepung daripada berhutang

• Bukan itu sahaja, amalan berjimat turut menjamin masa depan yang lebih cerah. Setiap umat perlu pandai merancang masa depan mereka sejak kecil lagi. Kita perlu berjimat cermat dalam segala perbelanjaan kita dan menyimpan wang untuk kegunaan masa kelak kita. Bak kata peribahasa, “ikut hati mati, ikut rasa binasa”, jika kita berbelanja berdasarkan nafsu, pendapatan kita akan habis pada hujung bulan. Bagaimana kita dapat merancang masa tua setelah pencen? Bagaimanakah kita dapat membayar kos pendidikan anak kita. Jika kita dapat menjimatkan setiap perbelanjaan yang tidak diperlukan, nescaya kita dapat menyimpan sejumlah wang dalam tabung. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Wang yang dijimatkan itu dapat dirancang demi masa depan yang lebih cerah. Oleh itu ketika berbelanja, kita perlu mengingati peribahasa, “ingat sebelum kena, jimat sebelum habis.”

Natijahnya / Akhirulkalam, amalan berjimat cermat merupakan nilai murni yang diajarkan oleh setiap agama di dunia ini. Berpaksikan amalan ini, kita dapat hidup dengan kesederhanaan tanpa membazir. Sehubungan dengan itu, kehidupan kita akan lebih harmoni, sentosa dan bahagia sehingga mewujudkan masyarakat sakinat.

isu sekolah

CARA-CARA UNTUK MENCERIAKAN KAWASAN SEKOLAH

Sekolah ialah tempat kita belajar dan menimba ilmu. Lantarannya alam sekitar kawasan sekolah yang kondusif akan mempengaruhi pelajar menuntut ilmu dan menelaah pelajaran. Sebagai pelajar, kita seharusnya menjaga kebersihan dan keindahan sekolah. Setiap pelajar akan berasa selesa jika persekitaran sekolahnya bersih dan ceria. Bak kata peribahasa, “Hendak seribu daya, tak hendak dalih.” Oleh itu, pihak sekolah perlu mengaturkan strategi yang dominan untuk menceriakan kawasan sekolah.

Salah satu langkah yang dominan untuk menceriakan kawasan sekolah adalah mengadakan program bergotong-royong. Aktiviti bergotong royong harus diadakan berkala untuk membersihkan kawasan sekolah. Aktiviti ini perlu melibatkan seisi warga sekolah. Gotong-royong bertujuan untuk memastikan setiap warga sekolah dapat bekerjasama untuk menjaga kebersihan sekolah. Selain itu, kerja dapat disiapkan dengan cepat dan mudah, bak kata pepatah,yang berat sama dipikul, yang ringan sama dengan dijinjing. Pada hujung minggu,pelajar sekolah boleh hadir untuk aktiviti gotong-royong. Contohnya, pelajar dikehendaki memungut sampah atau membersihkan longkang.

Tindakan yang seterusnya adalah mengadakan taman bunga di sekolah. “Program Sekolah dalam Taman” patut diadakan dengan menanam pokok-pokok bunga dan tumbuh-tumbuhan yang menghijau di kawasan sekolah. Lantarannya persekitaran sekolah lebih nyaman dan berudara segar. Dalam situasi ini, pelajar-pelajar juga boleh membawa pokok bunga dari rumah untuk ditanam di kawasan sekolah. Landskap sekolah juga patut dilengkapi dengan kolam ikan dan gunung-gunungan serta pondok atau bebalai untuk membaca. Nescaya pelajar lebih selasa dan minat untuk menuntut ilmu dalam persekitaran seperti taman daripada bangunan konkrit yang kaku.

Di samping itu pihak sekolah boleh mengecat bangunan semula. Mengecat bangunan boleh mencantikkan sekolah. Pelajar juga akan berasa seronok untuk datang ke sekolah yang berseri-seri. Cogan kata ada menyatakan , “sekolahku syurgaku.” Dengan bantuan Persatuan Ibu Bapa dan Guru, pihak sekolah boleh menyediakan cat dan berus cat. Pelajar juga boleh bekerjasama bagai ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni untuk mengecat pagar dan dinding bangunan sekolah. Kelab atau persatuan kokurikulum juga digalakkan melukis di dinding sekolah. Mereka boleh melukis gambar landskap, pemandangan, lukisan dan corak serta cogan kata. Dalam konteks ini, sekolah kelihatan lebih cantik dan lebih sesuai untuk belajar.

Dalam pada itu, pertandingan kelas terbersih perlu diadakan setiap minggu. Melalui aktiviti ini, setiap pelajar akan menjalankan tugas masing-masing untuk membersihkan kelas mereka, seperti mengelap cermin tingkap, menyapu lantai dan mengemaskan meja dan kerusi. Guru bertugas harian akan memantau dan menilai kebersihan kelas setiap hari. Kelas terbersih dan terkotor akan diumumkan dalam perhimpunan mingguan. Kelas terbersih akan diberikan sijil penghargaan. Sebaliknya kelas terkotor perlu didenda untuk menjalankan pembersihan pada petang, seperti mencuci tandas dan kantin. Secara anjakan paradigma, pelajar akan mengamalkan tabiat menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-harian mereka.

Selain itu, sekolah juga perlu menjalankan Program 3K. Program 3K bermaksud mengutamakan Kebersihan, Keindahan dan Keselamatan. Dalam program ini, pihak sekolah perlu memastikan kawasan sekolah dalam keadaan yang bersih, indah dan selamat. Hal ini demikian kerana pihak sekolah sentiasa mengadakan pemeriksaan dan penyeliaan dari semasa ke semasa. Lebih-lebih lagi, pihak Kementerian Pelajaran akan membuat pemantauan terhadap sekolah tersebut. Hal ini akan memangkinkan semangat pihak sekolah untuk memastikan program berjaya diadakan. Sebagai impaknya, program 3K perlu diadakan di sekolah.

Intihanya, semua warga sekolah hendaklah bekerjasama untuk menceriakan sekolah. Dalam hal ini, guru,pelajar-pelajar dan kakitangan sekolah perlu bersama-sama menjaga persekitaran sekolah supaya bersih dan ceria.

Ahad, 13 Disember 2009

latihan

LATIHAN: KARANGAN JENIS PENGALAMAN

Anda sekeluarga terpaksa berpindah ke pusat pemindahan banjir kerana rumah anda telah ditenggelami air. Ceritakan pengalaman anda berdasarkan isi-isi di bawah.
Panjangnya karangan anda hendaklah lebih daripada 180 patah kata.


Pendahuluan:
- hujan lebat turun tanpa henti-henti selama beberapa hari - kawasan rendah di naiki air - air sungai melepasi paras bahaya


Isi-isi penting:
- keadaan banjir bertambah teruk – penduduk kampung telah diarah bersiap untuk berpindah – membantu ayah memindahkan barang-barang ke tempat yang selamat.
- kami sekeluarga dan jiran tetangga dipindahkan oleh pasukan penyelamat – ditempatkan di dewan sekolah
- diberikan bantuan selimut, pakaian, dan makanan – tidur di dewam sekolah – tidak dapat melelapkan mata kerana suasana bising
- beberapa orang wanita bersama-sama menyediakan makanan – melakukan kerja secara bergotong-royong – hubungan menjadi mesra


Penutup:
- suatu pengalaman yang menyeronokkan – apabila banjir sudah surut orang ramai dibenarkan pulang – banyak harta benda rosak

karangan contoh

Sebagai wartawan sebuah majalah sukan, anda ditugaskan untuk menulis rencana yang bertajuk “Langkah-langkah Meningkatkan Mutu Sukan Negara”.

Tulis rencana itu selengkapnya.

Langkah-langkah Meningkatkan Mutu Sukan Negara
Oleh: Mohd Shahir Mohd Shah

Kekalahan skuad bola sepak kebangsaan dalam semua perlawanan pada Kejohanan Piala Asia (AFC) serta tumbangnya jagoan badminton negara dalam Kejohanan Badminton Dunia baru-baru ini, seolah-olah mengesahkan bahawa mutu sukan Malaysia semakin merudum. Itu belum lagi mengambil kira prestasi sukan-sukan teras lain seperti hoki, olahraga, renang, dan sebagainya. Kemerosotan pencapaian atlet-atlet negara ketika bertanding sama ada pada peringkat serantau mahupun antarabangsa telah menimbulkan pelbagai tanggapan negatif dalam kalangan peminat sukan di negara ini. Apakah atlet-atlet kita hanya gah ketika bertanding sesama sendiri sehingga mewajarkan gelaran “jaguh kampung?” Ataupun atlet kita kurang bermotivasi apabila bersaing pada peringkat antarabangsa? Walau apa pun pertikaiannya, ternyata pelbagai langkah konkrit dan menyeluruh perlu diambil untuk meningkatkan mutu sukan negara, agar kita dapat “duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi” dengan negara-negara lain dalam bidang sukan.

Dalam hal ini, perkara utama yang perlu diberi perhatian ialah dengan merombak jawatankuasa induk yang menaungi sesebuah persatuan sukan. Bukan lagi rahsia, kebanyakan persatuan-persatuan sukan di Malaysia dipimpin oleh elit politik. Lihat sahaja persatuan-persatuan seperti Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM), Persekutuan Hoki Malaysia (PHM), dan Persatuan Badminton Malaysia (BAM). Malangnya, para pemimpin yang dipilih secara “sebulat suara” ini, sering menjadikan persatuan berkenaan sebagai medan untuk mencari pengaruh dan meneruskan agenda politik mereka. Keghairahan memenuhi agenda peribadi, menyebabkan program pembangunan sukan dan atlet telah “dianak tirikan” oleh mereka. Kedangkalan ilmu tentang bidang sukan serta kegagalan memahami perubahan yang berlaku, mewajarkan ketandusan pencapaian para atlet kita. Berkaitan hal ini, Perdana Menteri, Datuk Seri Abdulah Ahmad Badawi pernah menyeru agar para pemimpin politik melepaskan jawatan mereka dalam persatuan sukan agar program pembangunan sukan hanya ditangani oleh individu yang berkelayakan. Justeru, sewajarnya barisan kepimpinan sukan ini dirombak dan seterusnya memberikan laluan kepada muka-muka baru yang mempunyai latar belakang bidang sukan serta beriltizam tinggi untuk memajukan mutu sukan negara, bak kata pepatah, “hanya jauhari yang mengenal manikam”.

Di samping itu, program-program pembangunan atlet juga perlu diperbaiki dan diberi nafas baru dalam usaha melahirkan atlet yang berdaya saing dan mampu mengibarkan cabaran negara pada peringkat antarabangsa. Kerajaan melalui Kementerian Belia dan Sukan telah menyediakan peruntukan yang cukup banyak untuk menyokong program-program pembangunan sukan di negara ini seperti penubuhan Majlis Sukan Negara (MSN) dan Institut Sukan Negara (ISN). Program pembangunan sukan ini meliputi aspek-aspek kritikal seperti kewangan, kejurulatihan, pemakanan, psikologi, dan sebagainya. Berhubung dengan isu ini, Menteri Belia dan Sukan, Datuk Azalina Othman pernah menegur tentang cara pemakanan para pemain bola sepak kebangsaan ketika bertanding dalam Kejohanan Piala Asia yang dianggap tidak bersesuaian dengan diet para atlet. Menurutnya kebanyakan para pemain bola sepak negara lebih menggemari roti canai, nasi lemak, dan merokok. Kegagalan menyediakan program-program berkualiti, memungkinkan mutu sukan negara terus merudum dan kita terus ketandusan para atlet yang berpotensi. Contohnya sejak menjuarai Piala Thomas pada 1992, Persatuan Badminton Malaysia (BAM) terus gagal membentuk sebuah pasukan kebangsaan yang mampu memecah penguasaan China dan Indonesia dalam arena badminton. Biarpun munculnya “gandingan emas”, Koo Ken Kiat dan Tan Boon Heong, namun kegagalan pasukan negara dalam Kejohanan Badminton Dunia bulan lalu menterjemahkan segala-galanya. Namun begitu, segala kelemahan tidak harus menjadi noktah untuk kita terus berusaha. Dengan pengemblengan usaha dan iltizam semua pihak, pastinya “sinar di hujung terowong” dapat dijelmakan untuk mengangkat kembali martabat sukan negara kita.

Selain itu, para atlet negara juga perlu didedahkan dengan kejohanan-kejohanan antarabangsa secara lebih kerap. Penyertaan secara berterusan amat penting dalam usaha memantapkan persembahan serta menyesuaikan diri di dalam situasi pertandingan yang sebenarnya. Pasukan bola sepak contohnya, tidak mampu membentuk persefahaman yang mantap jika digabungkan menjelang saat akhir pada sesebuah kejohanan sahaja. Setiap pemain sudah pasti mempunyai latar belakang kemahiran dan peribadi yang berbeza. Justeru, penyertaan secara berterusan dalam pelbagai kejohanan dapat membentuk persefahaman dalam kalangan mereka seterusnya mampu menuai hasil yang diharapkan. Pencapaian ratu squasy negara, Nicole Ann David sehingga membolehkan beliau berada pada kedudukan teratas senarai pemain terbaik dunia, adalah berpunca daripada penyertaan yang tidak putus-putus dalam pertandingan peringkat antarabangsa. Perlu ditegaskan bahawa kejayaan yang diinginkan tidak boleh dijelmakan dengan usaha secara ala kadar, “seperti melepaskan batuk di tangga”. Sebaliknya ia menuntut iltizam dan kerja keras semua pihak sama ada dalam kalangan para atlet, pihak-pihak berwajib, dan malahan peminat sukan tanah air.

Sesungguhnya kemerosotan mutu sukan negara tidak seharusnya dibiarkan terus berlanjutan kerana ia sedikit sebanyak berkaitan dengan maruah kita pada peringkat antarabangsa. Sejajar dengan usia kemerdekaan negara yang sudah menjangkau angka lima puluh tahun, seharusnya ia telah mematangkan pencapaian kita dalam bidang sukan. Mungkin tiada salahnya untuk kita belajar dengan negara-negara seperti Trinidad dan Tobago atau pun Kenya yang telah berjaya melayakkan diri dalam pertandingan akhir bola sepak Piala Dunia 2006 serta mampu melahirkan atlet olahraga bertaraf dunia. Hanya dengan kerjasama erat semua pihak, misi untuk melihat kelibat anak-anak muda Malaysia beraksi pada pusingan akhir bola sepak Piala Dunia 2014 akan menjadi kenyataan. Bak kata pepatah “pengayuh sudah ada di tangan, perahu sudah ada di tangan”, terserah kepada kita untuk merealisasikan impian 26 juta rakyat Malaysia. “Majulah sukan untuk negara!”

Sabtu, 12 Disember 2009

model karangan cikgu azman mahat 8

Karangan 35
Karangan Semangat Kejiranan Terhakis Dalam Masyarakat Kita?

Semangat kejiranan sudah longgar dalam masyarakat kita kalau kita lihat sejak akhi-akhir ini. Keadaan ini menimbulkan pelbagai spekulasi kepentingan semangat ini diamalkan.
Pada pendapat anda, apakah langkah-langkah untuk meningkatkan semangat ini dan kepentingannya.

Semangat kejiranan merujuk semangat membantu masyarakat setempat terutama jiran bersebelahan dalam kehidupan seharian mereka. Sememangnya semangat kejiranan ini semakin hilang dalam masyarakat kita sehingga menimbulkan pelbagai isu semasa pula. Jadi, ada banyak kaedah yang boleh dilaksanakan untuk memastikan semangat ini berterusan kerana memang ada kepentingannya.

Langkah awal ialah masyarakat menghidupkan semua konsep rukun tetangga di kawasan perumahan mereka. Rukun tetangga berfungsi untuk mengawal keselamatan kawasan perumahan terutama pada malam hari. Aktiviti ini memerlukan pembabitan semua pihak tanpa mengira kaum yang mampu menanam semangat kejiranan ketika melakukan rondaan bersama-sama. Oleh itu, hubungan rapat yang terjalin melalui rukun tetangga ini mengeratkan lagi perhubungan antara jiran.

Selain itu, semangat ini mampu dipupuk dengan mengadakan pelbagai majlis yang bercorak setempat. Majlis perkahwinan, rumah terbuka dan hari keluarga mampu menghidupkan semula semangat yang murni ini. Semua jiran akan beramah mesra dan mengenali satu sama lain melalui majlis seperti ini. Sesungguhnya, semangat kejiranan berupaya tumbuh dengan subur berdasarkan majlis sebegini.

Kerajaan turut mampu memainkan peranan dengan mengadakan kempen kesedaran semangat kejiranan ini. Penggunaan media massa seluas mungkin dengan iklan yang menarik sudah pasti berupaya menarik perhatian masyarakat terhadap isu ini. Masyarakat akan mula mempersoal tahap semangat kejiranan mereka dan berusaha ke arah mengekalkan serta meningkatkan semangat itu di kawasan mereka. Sememangnya kerajaan berperanan penting dalam memulakan usaha memupuk semangat mulia ini.

Dalam masa yang sama sikap dan persepsi masyarakat perlu berubah. Masyarakat hendaklah memandang semangat kejiranan ini sebagai satu perkara penting dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat ini perlulah diutamakan dalam sebarang tindakan yang ingin dilaksanakan oleh masyarakat. Jelaslah, paradigma yang baru ini memastikan semangat kejiranan akan terus mekar dalam masyarakat kita.

Kepentingan semangat ini sudah pasti dalam mewujudkan semangat perpaduan. Dalam masyarakat berbilang kaum yang wujud di negara ini pemupukan konsep perpaduan amat strategik. sesuatu masyarakat sesebuah negara itu terbentuk daripada individu yang saling berjiran sebelum berkembang menjadi satu umah. Oleh itu, semangat kejiranan menjadi titik tolak pembentukan konsep perpaduan nasional.

Kesimpulannya, semangat kejiranan memang boleh dicapai melalui beberapa kaedah yang dijelaskan tadi. Semua pihak perlulah berusaha untuk memastikan semangat ini terus diamalkan oleh masyarakat di negara ini. Mungkin kita semua harus bertanya diri sendiri "siapakah jiran kita?

Karangan 36
Novel sudah menjadi satu perkara penting dalam kehidupan remaja. Biasanya remaja suka membaca novel yang berunsur cinta.

Jelaskan kebaikan-kebaikan dan keburukan membaca novel.

Novel merujuk bentuk penulisan yang panjang dan memaparkan pelbagai ragam kehidupan manusia. Novel memang menjadi aspek penting dalam kehidupan remaja terutama novel berunsur cinta yang mengasyikkan jiwa remaja. Cuma membaca novel mampu membawa impak positif dan negatif yang harus diberi perhatian oleh semua pihak.

Aktiviti membaca sudah pasti membuka minda remaja terhadap sesuatu isu yang dipaparkan dalam novel yang dibaca.Tema yang digarap oleh penulis itu sememangnya berkaitan dengan isu semasa realiti dan ini memberi satu bentuk pemahaman yang mudah kepada remaja. Novel menjadi isu semasa itu sesuatu yang mudah difahami tetapi dibentangkan dalam bentuk cerita yang lebih bersesuaian dengan diri remaja. Oleh itu, semakin banyak novel yang dibaca semakin luaslah minda remaja.

Amalan membaca novel ini turut menjadikan seseorang itu lebih memahami konsep sastera dengan lebih yakin. Penggunaan bahasa yang diksi oleh penulis sudah pasti akan memberi satu rangsangan kepada pembacanya. Kesantunan bahasa yang digunakan mencungkil naluri pembaca untuk mengetahui maksud perkataan yang dipilih oleh penulis novel itu. Sudah pasti tindakan ini akan memastikan pembaca mempunyai koleksi kosa kata yang banyak.

Malah, aktiviti membaca novel membolehkan seseorang itu menghabiskan masa senggangnya dengan lebih berfaedah. Pembacaan novel memerlukan seseorang itu menumpukan perhatian yang jitu untuk satu masa yang panjang. Biasanya sehari atau mungkin beberapa hari diperlukan untuk menghabiskan sesebuah novel itu. Jadi, membaca novel menyebabkan masa remaja dihabiskan dengan baik tanpa melibatkan kegiatan yang tidak baik.

Namun, pembacaan genre sastera ini turut membawa kesan buruk iaitu mengabaikan tugas sebagai pelajar. Masa yang panjang untuk membaca novel menyebabkan pelajar akan melupakan tanggungjawabnya untuk belajar atau membuat kerja sekolah yang penting itu. Masalah ini semakin kronik apabila remaja itu membaca lebih banyak novel dalam tempoh yang lama. Kesannya, pencapaian pelajar terbabit mungkin akan terus merosot terutama ketika peperiksaan utama umum diambil oleh mereka.

Kesimpulannya, membaca novel memang baik tetapi impak buruknya turut wujud. Seseorang remaja itu perlulah pandai menilai dan memilih jenis novel yang sesuai dengan usia mereka.Pembacaan yang meluas dalam kalangan remaja turut membina satu kelompok remaja negara yang berpengetahuan luas dan memiliki pemikiran yang kritis.


Karangan Internet Menyebarkan Informasi Masyarakat?
Karangan 37
Internet mampu menyebarkan maklumat dengan meluas dan murah. Namun, menyebar luaskan maklumat melalui internet boleh menjadi ancaman kepada adat, norma, dan nilai masyarakat sesebuah negara.

Ulaskan pernyataan di atas.

Internet merupakan satu penemuan teknologi yang mula mendapat tempat dalam kalangan manusia kini. Malah penggunaan internet sudah dianggap sebagai satu perkara lumrah kehidupan. Mereka yang tidak tahu menggunakan internet dianggap sudah ketinggalan dalam zaman yang penuh cabaran ini. Penggunaan internet telah menyebabkan penyebaran maklumat menjadi lebih meluas dan murah sehingga memberi pelbagai kesan kepada kehidupan manusia.

Penyebaran maklumat secara meluas dan murah telah memberi satu identiti kepada internet iaitu sebagai penyebar berita palsu atau khabar angin. Penggunaan internet dalam soal ini amat ketara terutama oleh golongan yang mahu melihat kemusnahan sesebuah negara. Penyebaran khabar angin amat berkesan melalui internet kerana penggunaannya yang meluas dan mudah terutama di kalangan remaja. Internet juga tidak mempunyai sistem penapisan yang ketara atau berkesan seperti media massa yang lain.

Masyarakat juga sudah taksub dengan penggunaan internet dengan tidak lagi mengamalkan aktiviti kunjung mengunjungi satu sama lain terutama antara jiran atau sahabat. Hubungan “siber” (cyber) lebih meluas sekarang terutama dengan adanya program dalam internet yang memudahkan seseorang itu berbual dengan orang lain tanpa perlu bersemuka dengannya. Interaksi antara jiran bukan sahaja terhapus malah hubungan ini boleh menyebabkan berlakunya penipuan dan perkara yang kurang baik kerana ketiadaan pengenalan diri yang jelas.

Malah yang mengejutkan sekarang ialah sudah wujud budaya mengirim kad melalui internet dan bukan melalui kad yang dipenuhi dengan tulisan tangan seseorang. Budaya menulis dan menghantar kad akan semakin hilang ditelan zaman dan diambil oleh kad elektronik yang lebih canggih dan mengikut peredaran masa. Kemungkinan hilangnya budaya menghantar kad ketika menyambut hari lembaran tidak dapat dinafikan lagi.

Internet merupakan tempat tumpuan manusia mendapatkan bahan yang berunsur lucah. Penggunaan internet dalam aspek ini amat memalukan dan memang bertentangan dengan budaya manusia sejagat. Cuma yang menyedihkan ialah semakin ramai golongan remaja malah kanak-kanak yang melihat bahan lucah ini atau terlibat sama dalam penyebarannya. Penggunaan internet bukan sahaja setakat menyebarkan bahan lucah tetapi penggunaan imej digital internet turut meningkatkan gejala ini dengan menggunakan muka orang lain dan badan orang yang lain pula.

Kerajaan mengawal pembacaan beberapa buah buku dan majalah serta berita di negara ini demi menjaga keamanan negara. Namun dengan adanya internet semua buku, bahan atau berita yang diterbitkan tidak lagi mampu dikawal oleh kerajaan kerana internet tidak mempunyai sempadan dan sukar untuk dikawal. Keadaan ini menyebabkan masyarakat mudah disogok dengan buku dan berita yang tidak tepat atau kurang sesuai dengan peringkat umur mereka sehingga boleh menimbulkan satu keadaan yang mengancam keselamatan negara.

Berkaitan dengan penerbitan buku di atas, internet secara tidak langsung turut melanggar undang-undang harta intelek iaitu penulis buku atau syarikat penerbit buku. Penerbitan buku dalam internet biasanya dibuat tanpa kawalan dan ini boleh menyebabkan kerugian terutama kepada penulis dan penerbit buku tersebut. Keadaan ini jika tidak dikawal akan menyebabkan tiada lagi penulis atau penerbit yang mahu menerbitkan buku mereka untuk tatapan pembaca biasa.

Bukan sahaja buku dan berita yang tidak sihat boleh ditemui dalam internet tetapi penyiaran iklan yang tidak sesuai turut ada di dalam sistem canggih itu. Penyebaran iklan yang tidak sihat atau tidak dikawal oleh pihak berkuasa boleh membawa kesan buruk kepada masyarakat. Bagaimana perkara atau iklan ini boleh membawa kesan negatif kepada masyarakat? Kita semua sedia maklum bahawa masyarakat terutama remaja suka meniru sesuatu terutama yang mereka nampak atau dengar. Jadi di sinilah peranan iklan yang tidak sesuai di internet berlaku.

Kesimpulannya, masalah penggunaan internet yang tidak sihat ini perlu dikawal oleh kerajaan dengan bersungguh-sungguh. Keengganan kerajaan bertindak tegas dalam persoalan ini boleh membawa kesan buruk kepada negara dalam jangka masa panjang. Masyarakat pula perlu lebih pandai menapis dan memilih bahan dalam internet agar mereka tidak terpedaya dengan golongan tertentu yang cuba menghancurkan keamanan negara kita.

Karangan 38
Isu pengangguran telah menjadi satu isu sensitif kepada masyarakat terutama golongan siswazah. Namun, ada banyak pihak yang beranggapan isu ini bukan sahaja melibatkan siswazah tetapi golongan lain juga.

Jadi, apakah punca-punca wujudnya pengangguran dan apakah cara-cara mengatasinya.

Pengangguran merupakan satu penyakit era globalisasi yang semakin menular ke negara ini. Saban tahun negara kita dikejutkan dengan isu kegagalan belia terutama golongan siswazah untuk memperoleh pekerjaan. Malah, berita ini sudah dianggap menjadi satu isu yang akan menjelma setiap kali keputusan peperiksaan umum negara diumumkan atau konvokesyen sesebuah universiti dijalankan. Jadi, apakah punca-punca yang mendorong isu ini berlaku

Sudah pasti punca utama berkaitan dengan keadaan ekonomi negara yang merudum. Situasi ini menyebabkan banyak syarikat atu kilang terpaksa gulung tikar dan membuang pekerjanya. Bukan sahaja mereka dibuang kerja tetapi mereka juga sukar untuk memperoleh kerja dalam tempoh yang terdekat akibat tiadanya aktiviti ekonomi di negara. Malah ekonomi dunia bukan sahaja memberi kesan terhadap ekonomi negara tetapi mengambil masa yang lama untuk pulih seperti peristiwa kejatuhan ekonomi pada akhir dekad 90-an.

Selain itu, pengangguran turut disebabkan oleh sikap belia yang tidak mempunyai kemahiran. Belia kita hanya didedahkan dengan konsep teori baik ketika di sekolah mahupun ketika di universiti. Akibatnya, belia kita kekurangan kemahiran berfikir, menganalisa sesuatu, berbicara dalam pelbagai bahasa, dan mempunyai kemahiran berinteraksi dengan masyarakat. Biasanya, majikan akan memilih pekerja yang mereka beranggapan mempunyai keunikan yang tertentu terutama penguasaan bahasa asing dan pengetahuan komputer.

Mungkin juga faktor malas menjadi pendorong wujudnya masalah ini. Sikap belia yang hidup ketika era pembangunan pesat menyebabkan belia mengambil konsep tunggu dan lihat. Mereka hanya bertindak apabila keadaan mendesak atau sudah terlewat. Mereka menganggap pertumbuhan ekonomi negara akan berterusan maju tanpa sebarang masalah. Mereka juga sudah terlalu lama menerima bantuan kerajaan seperti pemberian biasiswa dan menganggap kerajaan akan memberi mereka pekerjaan selepas tamat belajar.

Dalam usaha mengatasi ekonomi negara yang merudum, kerajaan telah menghantar rombongan perdagangan ke luar negara untuk menarik lebih banyak modal asing ke Malaysia. Rombongan ini cuba mengiklankan kelebihan negara jika pemodal asing itu sanggup menanam modal mereka di negara ini. Malah, kerajaan telah cuba menjalankan beberapa projek mega untuk memastikan ekonomi negara berjalan rancak semula. Projek Pembangunan Johor Selatan dan Kereta Api Laju KL-Singpura dijangka mampu meninggikan pertumbuhan ekonomi negara selain mengurangkan pelbagai cukai.

Selain itu, kerajaan telah menjalankan pelbagai program untuk memahirkan golongan belia seperti mengadakan program bahasa Inggeris dan mengutamakan penubuhan institut kemahiran dengan negara-negara luar seperti Jerman. Program ini mampu menyediakan satu sumber manusia yang mempunyai kemahiran tinggi untuk bersaing dalam era globalisasi. Kewujudan buruh yang berkemahiran tinggi ini turut menjadikan negara sasaran utama pelabur asing kelak.

Kerajaan turut memudahkan urusan pembiayaan perniagaan terutamanya kepada golongan belia. Pihak bank sendiri telah memudahkan urusan untuk mendapatkan pinjaman peribadi untuk membantu belia memulakan perniagaan mereka secara kecil-kecilan. Langkah drastik ini memastikan lebih banyak industri kecil dan sederhana mampu diwujudkan dan menyediakan peluang pekerjaan yang lebih baik dalam tempoh terdekat ini. Belia yang tidak bekerja akan mengambil peluang ini untuk mencuba nasib mereka sebagai ahli perniagaan.

Sebenarnya, masalah pengangguran ini bukanlah satu isu baru. Cuma masyarakat harus berfikiran positif dan cuba meninggikan kemahiran diri mereka. Dunia pekerjaan sering berubah mengikut teknologi dan mereka yang sering meningkatkan kemahiran sahaja mampu duduk di tempat yang sama sepanjang hidup mereka. “Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih

model karangan cikgu azman mahat 7

Karangan PMR Tentang Masalah Badan Kebajikan Negara
Karangan 31

Badan kebajikan atau sukarela merupakan satu usaha murni yang dijalankan oleh segelintir masyarakat. Mereka sedia membantu sesiapa sahaja yang memerlukan bantuan. Cuma badan kebajikan ini masih mengalami pelbagai masalah yang membantutkan usaha kebajikan mereka.

Jelaskan masalah-masalah yang dihadapi oleh badan kebajikan.

Badan kebajikan atau sukarela merupakan satu badan yang cuba membantu masyarakat yang memerlukan bantuan. Negara kita masih mempunyai banyak pihak yang memerlukan pertolongan seperti golongan cacat, ibu tunggal, anak yatim, orang tua, dan golongan daif. Kewujudan badan kebajikan seolah-olah memberi sedikit cahaya kepada golongan terpinggir ini untuk meneruskan kehidupan mereka yang sukar itu. Namun, badan kebajikan sendiri mempunyai pelbagai masalah yang mampu membantutkan usaha murni mereka itu.

Masalah yang paling serius mereka hadapi ialah masyarakat negara ini tidak suka membabitkan diri mereka dalam sebarang aktiviti kebajikan. Rakyat negara ini lebih suka melihat atau menganggap tugas itu sudah dilakukan oleh orang lain. Mereka tidak mahu terlibat turut dipengaruhi oleh faktor masa dan kewangan yang tidak mampu diberikan oleh badan kebajikan. Akibatnya, aktiviti badan kebajikan ini dijalankan oleh segelintir masyarakat yang sudah berusia dan kekurangan tangan untuk menjalankan aktiviti mereka.

Malah, badan kebajikan agar sukar untuk memperoleh sumber kewangan pada masa kini. Masalah ini timbul ekoran berlakunya pelbagai dakwaan seperti badan kebajikan menggunakan wang itu untuk kepentingan pekerjanya dan tidak digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukan. Memang kes seperti ini pernah berlaku tetapi untuk menuding jari ke arah kepada semua badan kebajikan merupakan satu langkah yang kurang bijak. Masyarakat seharusnya memberi peluang supaya badan kebajikan dapat menjalankan tugas mereka.

Tambahan pula, badan kebajikan terpaksa mematuhi pelbagai saluran dan kebenaran sebelum mampu menjalankan aktiviti mereka. Lesen badan kebajikan harus diperbaharui dan aktiviti mereka seperti derma perlu mendapatkan kebenaran pihak berkuasa. Memang peraturan ini diwujudkan untuk mengawal penyelewengan berlaku tetapi pihak berkuasa harus memudahkan urusan badan kebajikan mereka. Malah, pihak berkuasa seharunya menyediakan bangunan khas untuk badan kebajikan menjalankan aktiviti mereka tanp perlu membayar apa-apa. Namun, semua ini tidak diperoleh oleh badan kebajikan.

Kesimpulannya, badan kebajikan di negara ini memang dalam situasi yang bahaya. Pertubuhan ini tidak lagi mempunyai apa-apa selain meminta belas kasihan masyarakat untuk turut membantu. Masyarakat harus menyalurkan bantuan berupa kewangan atau tenaga untuk memastikan usaha murni mereka ini akan berterusan kerana tanpa badan kebajikan nasib golongan terpinggir ini akan menjadi lebih menyayatkan.
Karangan PMR tentang Pengaruh Iklan terhadap Masyarakat...
Karangan 32

Iklan sudah menjadi sebahagian daripada kehidupan masyarakat moden. Kerap kali kita mendengar komen mengenai pengaruh iklan dalam masyarakat kita.

Pada pandangan anda, apakah pengaruh-pengaruh positif dan negatif yang dibawa oleh iklan terhadap masyarakat.

Sememangnya iklan sudah menjadi sebahagian lumrah kehidupan manusia sejagat pada era globalisasi ini. Iklan jelas terpampang di mana-mana seperti akhbar, poster, papan iklan gergasi, dan radio. Situasi ini seolah-olah membuktikan betapa kuatnya pengaruh iklan dalam kehidupan kita. Jadi, iklan memang membawa pengaruh-pengaruh positif dan negatif terhadap kehidupan insan di dunia ini.

Pengaruh positif iklan ialah iklan menyebabkan pengguna mempunyai pilihan untuk membuat pembeliannya. Kewujudan iklan menyebabkan pengguna mengetahui betapa banyaknya produk yang sama tetapi berlainan jenama dihasilkan pada zaman ini. Pengguna akan menggunakan semua maklumat yang ada di dalam iklan untuk membuat pilihan terbaik mereka. Iklan memastikan pengguna membeli produk yang terbaik mengikut keperluan mereka.

Selain itu, iklan menyebabkan wujudnya persaingan yang sihat antara pengeluar sesuatu produk itu. Kalau kita kaji, pengeluar sesuatu produk itu akan cuba menghasilkan iklan yang terbaik mengikut kemampuan mereka untuk menarik minat pembeli. Keadaan ini menyebabkan semua pihak cuba menonjolkan kelebihan produk mereka berbanding produk pesaing. Jelaslah, iklan menyebabkan pengeluar memastikan produk mereka menepati mutu seperti yang tersiar di dalam iklan mereka itu.

Namun begitu, iklan turut memiliki wajah negatifnya. Iklan sering mempergunakan wanita terutama wanita seksi untuk melariskan jualan produk mereka. Malah, ada produk yang tidak mempunyai kaitan dengan wanita tetapi menggunakan wajah wanita seksi untuk iklan tersebut. Penggunaan model lelaki yang tampan dan sasa turut diekploitasikan oleh iklan. Keadaan ini seolah-olah memberi makna palsu seperti penggunaan produk ini akan menghasilkan wajah sebegitu atau penggunaan produk ini menyebabkan wanita sebegini akan tertarik kepada seseorang. Bayangkan pengaruhnya kepada remaja kita?

Tambahan pula, kewujudan iklan menyebabkan harga barangan akan meningkat. Kos untuk menghasilkan sesuatu iklan amat tinggi kerana penggunaan model, teknologi dan krew penerbitan yang berpengalaman. Malah, iklan yang disiarkan di media massa terpaksa membayar kos masa penyiaran yang terlalu mahal. Keadaan ini menyebabkan pengeluar akan meninggikan harga produk mereka untuk memastikan iklan dapat dihasilkan.

Malahan, iklan turut menyebabkan pengguna memberi barangan yang tidak mereka perlukan. Pembelian mereka semata-mata atas dasar melihat iklan yang menarik. Penayangan iklan telah menyebabkan mereka tertarik dan membeli barangan itu walaupun barangan itu tidak mereka perlukan untuk satu tempoh yang lama. Sikap ini menjurus ke arah pembaziran dan pembelian yang boleh menyebabkan pengguna berhutang atau mengalami masalah kewangan.

Kesimpulannya, iklan mempunyai dua peranan. Satu untuk memberitahu dan satu lagi untuk memusnahkan. Mungkin pengguna perlu bersikap bijak dengan membuat penilaian rasional selepas melihat sesuatu iklan. Pengguna tidak harus terburu-buru membeli selepas melihat iklan. Atau mungkin iklan harus diharamkan.
Karangan 33
Negara kita mempunyai pelbagai kaum yang memiliki hari perayaan tersendiri. Pada majlis perayaan ini, semua kaum akan merayakannya bersama-sama.

Pada pendapat anda, apakah kebaikan-kebaikan perayaan ini disambut bersama-sama

Negara kita dikenali sebagai syurga perayaan kerana mempunyai banyak perayaan yang disambut oleh masyarakatnya yang berbilang kaum. Kita mempunyai Tahun Batu Cina, Hari Raya, Krismas, Deepavali dan banyak lagi perayaan yang disambut oleh penduduk negara ini. Perayaan ini telah memberi satu dimensi baru kepada masyarakat kita dan luar tentang erti perayaan sebenar. Kepelbagaian perayaan di negara ini turut membuka banyak kebaikan kepada negara dan masyarakat yang mendiami negara tercinta ini.

Kesan yang paling ketara ialah perayaan ini telah meningkatkan hubungan dan interaksi antara penduduk yang berbilang kaum ini. Semua pihak memahami dan terlibat dalam perayaan yang disambut oleh kaum lain. Lawatan ke rumah terbukaa yang diamalkan telah mengeratkan hubungan antara kaum. Jadi, kekerapan interaksi ini menyebabkan wujudnya perpaduan yang utuh di negara ini yang menjadi sanjungan masyarakat luar.

Selain itu, golongan remaja mampu memahami erti perpaduan kepada negara ini. Mereka yang tidak mengalami kesusahan ketika era awal kemerdekaan mungkin memandang enteng perpaduan. Namun, apabila mereka melihat suasana perayaan barulah mereka memahami dan menyanjungi erti perpaduan. Keadaan ini menyebabkan remaja yang dilahirkan merupakan remaja berwawasan dan terbilang. Semuanya gara-gara wujudnya perayaan yang pelbagai di negara ini. Cuba bayangkan tiadanya sambutan perayaan di negara ini?

Malahan, kepelbagaian perayaan ini menyebabkan ekonomi negara terus berkembang. Keadaan ini wujud kerana pelbagai pesta pembelian akan dijalankan untuk setiap perayaan yang disambut oleh masyarakat di sini. Kekerapan masyarakat negara untuk berbelanja setiap kali perayaan amatlah tinggi dan memberi ruang kepada ahli perniagaan untuk mengaut keuntungan. Sudah pasti situasi ini menjana pertumbuhan ekonomi negara.

Kesimpulannya, perayaan yang ada di negara kita bukanlah sesuatu kekangan tetapi satu rahmat yang harus digunakan dengan sebaik mungkin. Kita harus menjadikan perayaan itu sebagai cubaan untuk merapatkan hubungan dan mengurangkan perbezaan antara kaum. Kalau itu mampu diccapai sudah pasti kemakmuran negara akan berkekalan. Sememangnya Malaysia sebuah negara yang melambang erti benua Asia kerana mempunyai pelbagai keturunan dan perayaan.

Karangan 34

Saban tahun kita membaca berita mengenai pengguna yang tertipu akibat kerakusan peniaga. Keadaan ini menyebabkan kita terfikir apakah peranan persatuan pengguna dalam menangani masalah pengguna di negara ini.

Isu kenaikan barang-barang mula mendapat perhatian media massa terutama selepas kerajaan memberikan kenaikan gaji kepada pekerja kerajaan. Berita kenaikan harga barang mula dipaparkan dan pelbagai tindakan telah dilakukan terutama oleh kerajaan untuk membanterasnya. Ada yang berjaya dan ada juga yang hanya cakap-cakap sahaja. Cuma, kita tertanya-tanya mengenai peranan persatuan pengguna dalam kemelut yang semakin mencengkam rakyat ini.

Dalam menangani situasi negatif ini persatuan pengguna perlulah menjelaskan dan menerangkan hak serta kepentingan pengguna dengan lebih mendalam. Persatuan pengguna boleh menjalankan kempen yang menjelaskan betapa pentingnya pembeli berbelanja dengan bijak. Penerangan ini mampu menyedarkan sebilangan penngguna yang akan memastikan mereka hanya membeli keperluan yang penting. Kempen penerangan ini seeloknya dijalankan dalam kalangan pelajar terutama pelajar sekolah.

Tambahan pula, persatuan pengguna boleh mendedahkan kepincangan dan penipuan yang dilakukan oleh peniaga yang tidak bertanggungjawab. Nama-nama peniaga ini boleh didedahkan di dada akhbar atau media massa yang lain untuk makluman orang ramai. Maklumat seperti ini mampu membantu pengguna untuk berbelanja dengan bijak kerana mereka sudah pasti tidak mahu ditipu oleh peniaga jenis ini.

Selain itu, pengguna yang mempunyai masalah dengan peniaga setelah membeli produk atau barang mereka boleh merujuk kepada persatuan pengguna. Kini, semakin banyak kes pengguna ditipu oleh peniaga tetapi pengguna tidak tahu tempat untuk mengadu. Kehadiran persatuan pengguna dalam memberi nasihat kepada pengguna untuk mengambil langkah susulan menangani masalah mereka amatlah besar kesannya. Keadaan ini menyebabkan nasib pengguna terbela.

Tambahan pula, kewujudan persatuan pengguna memastikan adanya "pemerhati" senyap antara pengguna dan peniaga. Maksudnya peniaga akan lebih berhati-hati sebelum cuba menipu pengguna kerana sedar setiap tindakannya akan dipantau oleh persatuan pengguna. Dalam masa yang sama pengguna pula berasa nasib mereka menerima pembelaan yang sewajarnya. Jadi, kewujudan persatuan pengguna akan memastikan keadaan pasaran sentiasa dalam keadaan baik kerana semua pihak sedar ada pihak ketiga yang memerhatikan keadaan pasaran ekonnomi negara.

Ringkasnya, persatuan pengguna mempunyai tanggungjawab yang besar dan penting di negara ini. Kewujudannya telah menyebabkan kita sebagai pengguna berasa selamat dan peniaga pula lebih berhati-hati. Cuma sejauh manakah keberkesanan persatuan ini yang masih belum terjawab. Mungkin persatuan pengguna harus mencari jalan yang lebih berkesan untuk menyelesaikan kemelut yang melanda pengguna sekarang.

model karangan cikgu azman mahat 6

Karangan 26

Novel sudah menjadi satu perkara penting dalam kehidupan remaja. Biasanya remaja suka membaca novel yang berunsur cinta.
Jelaskan kebaikan-kebaikan membaca novel.

Novel merujuk bentuk penulisan yang panjang dan memaparkan pelbagai ragam kehidupan manusia. Novel memang menjadi aspek penting dalam kehidupan remaja terutama novel berunsur cinta yang mengasyikkan jiwa remaja. Cuma membaca novel mampu membawa impak positif dan negatif yang harus diberi perhatian oleh semua pihak.

Aktiviti membaca sudah pasti membuka minda remaja terhadap sesuatu isu yang dipaparkan dalam novel yang dibaca.Tema yang digarap oleh penulis itu sememangnya berkaitan dengan isu semasa realiti dan ini memberi satu bentuk pemahaman yang mudah kepada remaja. Novel menjadi isu semasa itu sesuatu yang mudah difahami tetapi dibentangkan dalam bentuk cerita yang lebih bersesuaian dengan diri remaja. Oleh itu, semakin banyak novel yang dibaca semakin luaslah minda remaja.

Amalan membaca novel ini turut menjadikan seseorang itu lebih memahami konsep sastera dengan lebih yakin. Penggunaan bahasa yang diksi oleh penulis sudah pasti akan memberi satu rangsangan kepada pembacanya. Kesantunan bahasa yang digunakan mencungkil naluri pembaca untuk mengetahui maksud perkataan yang dipilih oleh penulis novel itu. Sudah pasti tindakan ini akan memastikan pembaca mempunyai koleksi kosa kata yang banyak.

Malah, aktiviti membaca novel membolehkan seseorang itu menghabiskan masa senggangnya dengan lebih berfaedah. Pembacaan novel memerlukan seseorang itu menumpukan perhatian yang jitu untuk satu masa yang panjang. Biasanya sehari atau mungkin beberapa hari diperlukan untuk menghabiskan sesebuah novel itu. Jadi, membaca novel menyebabkan masa remaja dihabiskan dengan baik tanpa melibatkan kegiatan yang tidak baik.

Kesimpulannya, membaca novel memang baik tetapi impak buruknya turut wujud. Seseorang remaja itu perlulah pandai menilai dan memilih jenis novel yang sesuai dengan usia mereka.Pembacaan yang meluas dalam kalangan remaja turut membina satu kelompok remaja negara yang berpengetahuan luas dan memiliki pemikiran yang kritis.
Karangan PMR Tentang Peranan Internet Kini...

Karangan 27

Internet mampu menyebarkan maklumat dengan meluas dan murah. Namun, menyebar luaskan maklumat melalui internet boleh menjadi ancaman kepada adat, norma, dan nilai masyarakat sesebuah negara.

Ulaskan pernyataan di atas.

Internet merupakan satu penemuan teknologi yang mula mendapat tempat dalam kalangan manusia kini. Malah penggunaan internet sudah dianggap sebagai satu perkara lumrah kehidupan. Mereka yang tidak tahu menggunakan internet dianggap sudah ketinggalan dalam zaman yang penuh cabaran ini. Penggunaan internet telah menyebabkan penyebaran maklumat menjadi lebih meluas dan murah sehingga memberi pelbagai kesan kepada kehidupan manusia.

Penyebaran maklumat secara meluas dan murah telah memberi satu identiti kepada internet iaitu sebagai penyebar berita palsu atau khabar angin. Penggunaan internet dalam soal ini amat ketara terutama oleh golongan yang mahu melihat kemusnahan sesebuah negara. Penyebaran khabar angin amat berkesan melalui internet kerana penggunaannya yang meluas dan mudah terutama di kalangan remaja. Internet juga tidak mempunyai sistem penapisan yang ketara atau berkesan seperti media massa yang lain.

Masyarakat juga sudah taksub dengan penggunaan internet dengan tidak lagi mengamalkan aktiviti kunjung mengunjungi satu sama lain terutama antara jiran atau sahabat. Hubungan “siber” (cyber) lebih meluas sekarang terutama dengan adanya program dalam internet yang memudahkan seseorang itu berbual dengan orang lain tanpa perlu bersemuka dengannya. Interaksi antara jiran bukan sahaja terhapus malah hubungan ini boleh menyebabkan berlakunya penipuan dan perkara yang kurang baik kerana ketiadaan pengenalan diri yang jelas.

Malah yang mengejutkan sekarang ialah sudah wujud budaya mengirim kad melalui internet dan bukan melalui kad yang dipenuhi dengan tulisan tangan seseorang. Budaya menulis dan menghantar kad akan semakin hilang ditelan zaman dan diambil oleh kad elektronik yang lebih canggih dan mengikut peredaran masa. Kemungkinan hilangnya budaya menghantar kad ketika menyambut hari lembaran tidak dapat dinafikan lagi.

Internet merupakan tempat tumpuan manusia mendapatkan bahan yang berunsur lucah. Penggunaan internet dalam aspek ini amat memalukan dan memang bertentangan dengan budaya manusia sejagat. Cuma yang menyedihkan ialah semakin ramai golongan remaja malah kanak-kanak yang melihat bahan lucah ini atau terlibat sama dalam penyebarannya. Penggunaan internet bukan sahaja setakat menyebarkan bahan lucah tetapi penggunaan imej digital internet turut meningkatkan gejala ini dengan menggunakan muka orang lain dan badan orang yang lain pula.

Kerajaan mengawal pembacaan beberapa buah buku dan majalah serta berita di negara ini demi menjaga keamanan negara. Namun dengan adanya internet semua buku, bahan atau berita yang diterbitkan tidak lagi mampu dikawal oleh kerajaan kerana internet tidak mempunyai sempadan dan sukar untuk dikawal. Keadaan ini menyebabkan masyarakat mudah disogok dengan buku dan berita yang tidak tepat atau kurang sesuai dengan peringkat umur mereka sehingga boleh menimbulkan satu keadaan yang mengancam keselamatan negara.

Bukan sahaja buku dan berita yang tidak sihat boleh ditemui dalam internet tetapi penyiaran iklan yang tidak sesuai turut ada di dalam sistem canggih itu. Penyebaran iklan yang tidak sihat atau tidak dikawal oleh pihak berkuasa boleh membawa kesan buruk kepada masyarakat. Bagaimana perkara atau iklan ini boleh membawa kesan negatif kepada masyarakat? Kita semua sedia maklum bahawa masyarakat terutama remaja suka meniru sesuatu terutama yang mereka nampak atau dengar. Jadi di sinilah peranan iklan yang tidak sesuai di internet berlaku.

Kesimpulannya, masalah penggunaan internet yang tidak sihat ini perlu dikawal oleh kerajaan dengan bersungguh-sungguh. Keengganan kerajaan bertindak tegas dalam persoalan ini boleh membawa kesan buruk kepada negara dalam jangka masa panjang. Masyarakat pula perlu lebih pandai menapis dan memilih bahan dalam internet agar mereka tidak terpedaya dengan golongan tertentu yang cuba menghancurkan keamanan negara kita.
Karangan 28

Isu pengangguran telah menjadi satu isu sensitif kepada masyarakat terutama golongan siswazah. Namun, ada banyak pihak yang beranggapan isu ini bukan sahaja melibatkan siswazah tetapi golongan lain juga.

Jadi, apakah punca-punca wujudnya pengangguran dan apakah cara-cara mengatasinya.

Pengangguran merupakan satu penyakit era globalisasi yang semakin menular ke negara ini. Saban tahun negara kita dikejutkan dengan isu kegagalan belia terutama golongan siswazah untuk memperoleh pekerjaan. Malah, berita ini sudah dianggap menjadi satu isu yang akan menjelma setiap kali keputusan peperiksaan umum negara diumumkan atau konvokesyen sesebuah universiti dijalankan. Jadi, apakah punca-punca yang mendorong isu ini berlaku

Sudah pasti punca utama berkaitan dengan keadaan ekonomi negara yang merudum. Situasi ini menyebabkan banyak syarikat atu kilang terpaksa gulung tikar dan membuang pekerjanya. Bukan sahaja mereka dibuang kerja tetapi mereka juga sukar untuk memperoleh kerja dalam tempoh yang terdekat akibat tiadanya aktiviti ekonomi di negara. Malah ekonomi dunia bukan sahaja memberi kesan terhadap ekonomi negara tetapi mengambil masa yang lama untuk pulih seperti peristiwa kejatuhan ekonomi pada akhir dekad 90-an.

Selain itu, pengangguran turut disebabkan oleh sikap belia yang tidak mempunyai kemahiran. Belia kita hanya didedahkan dengan konsep teori baik ketika di sekolah mahupun ketika di universiti. Akibatnya, belia kita kekurangan kemahiran berfikir, menganalisa sesuatu, berbicara dalam pelbagai bahasa, dan mempunyai kemahiran berinteraksi dengan masyarakat. Biasanya, majikan akan memilih pekerja yang mereka beranggapan mempunyai keunikan yang tertentu terutama penguasaan bahasa asing dan pengetahuan komputer.

Mungkin juga faktor malas menjadi pendorong wujudnya masalah ini. Sikap belia yang hidup ketika era pembangunan pesat menyebabkan belia mengambil konsep tunggu dan lihat. Mereka hanya bertindak apabila keadaan mendesak atau sudah terlewat. Mereka menganggap pertumbuhan ekonomi negara akan berterusan maju tanpa sebarang masalah. Mereka juga sudah terlalu lama menerima bantuan kerajaan seperti pemberian biasiswa dan menganggap kerajaan akan memberi mereka pekerjaan selepas tamat belajar.

Dalam usaha mengatasi ekonomi negara yang merudum, kerajaan telah menghantar rombongan perdagangan ke luar negara untuk menarik lebih banyak modal asing ke Malaysia. Rombongan ini cuba mengiklankan kelebihan negara jika pemodal asing itu sanggup menanam modal mereka di negara ini. Malah, kerajaan telah cuba menjalankan beberapa projek mega untuk memastikan ekonomi negara berjalan rancak semula. Projek Pembangunan Johor Selatan dan Kereta Api Laju KL-Singpura dijangka mampu meninggikan pertumbuhan ekonomi negara selain mengurangkan pelbagai cukai.

Selain itu, kerajaan telah menjalankan pelbagai program untuk memahirkan golongan belia seperti mengadakan program bahasa Inggeris dan mengutamakan penubuhan institut kemahiran dengan negara-negara luar seperti Jerman. Program ini mampu menyediakan satu sumber manusia yang mempunyai kemahiran tinggi untuk bersaing dalam era globalisasi. Kewujudan buruh yang berkemahiran tinggi ini turut menjadikan negara sasaran utama pelabur asing kelak.

Sebenarnya, masalah pengangguran ini bukanlah satu isu baru. Cuma masyarakat harus berfikiran positif dan cuba meninggikan kemahiran diri mereka. Dunia pekerjaan sering berubah mengikut teknologi dan mereka yang sering meningkatkan kemahiran sahaja mampu duduk di tempat yang sama sepanjang hidup mereka. “Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih”.

Karangan PMR Kepentingan Budaya Diamalkan
Karangan 29

Negara kita mempunyai pelbagai kaum yang mengamalkan budaya atau adat resam mereka yang tersendiri. Budaya atau adat resam ini telah menjadi satu identiti kepada kaum tersebut.

Pada pendapat anda, apakah kepentingan budaya atau adat resam ini kepada masyarakat dan negara kita.

Salah satu kelebihan negara kita ialah masyarakatnya yang berbilang kaum. Kita mempunyai kaum Melayu, Cina, India, dan berdozen-dozen kaum minoriti yang lain terutama di Sabah serta Sarawak. Situasi ini menyebabkan negara kita mempunyai pelbagai adat atau budaya yang menarik untuk diperhatikan. Malah, adat atau budaya yang unik ini mempunyai banyak kepentingan jika dihargai dengan sewajarnya.

Sebenarnya, budaya yang unik ini memang wajar dihargai kerana budaya inilah yang menonjolkan sesuatu kaum itu. Tanpa budaya ini sesuatu kaum itu akan kehilangan identitinya buat selama-lama. Budaya yang diamalkan itu seperti memakai pakaian tradisional, makan menggunakan tangan, pergi ke kubur ketika hari raya dan sebagainya turut menimbulkan rasa bangga kepada pengamal budaya kaum itu. Individu yang terbabit akan berasa mereka telah berjaya mengekalkan budaya turun-temurun nenek moyang mereka selama ini.

Selain itu, tindakan individu tertentu menghargai budaya ini menjadi satu cara yang paling mudah untuk mempamerkan rasa mengormati generasi tua daripada generasi muda. Budaya memakai pakaian tradisional menjadi satu kaedah yang mudah untuk diamalkan oleh remaja dalam usaha mereka mengekalkan budaya tradisional ini. Remaja bukan sahaja mamu membuktikan rasa hormat mereka tetapi turut menerima penghargaan generasi tua lantaran sanggup mengekalkan budaya.

Malah, sikap menghargai budaya memastikan sesuatu budaya kaum itu tidak akan luput ditelan zaman. Lihat sahaja budaya bekerjasama menjalankan kenduri sudah mula hilang sedikit demi sedikit lantaran masyarakat kita lebih suka menggunakan perkhidmatan katering. Atas alasan mudah, kita sudah melupakan budaya bekerjasama ketika mengadakan kenduri yang mempunyai banyak impak positif tetapi penat itu. Usaha mengekalkan budaya kaum sudah pasti akan mengembalikan nostalgia majlis kenduri yang dijalankan secara meriah.

Tambahan pula, pengamalan budaya ini memastikan peraturan dan saling bergantung anggota masyarakat diamalkan. Untuk mencapai perpaduan, semua kaum harus mengekalkan budayanya kerana melalui budayalah kita bersatu. Sikap hormat antara satu sama lain menyebabkan kita tidak akan cuba menyakiti kaum lain atas perkara-perkara yang remeh. Sebaliknya, penghargaan terhadap budaya menguatkan semangat perpaduan kita.

Kesimpulannya, budaya atau adat sesuatu kaum itu merupakan satu khazanah yang arus dipertahankan oleh rakyat negara ini. Usahlah kita terlalu memandang ke arah kemodenan sehingga menganggap budaya sendiri sudah lapuk atau tidak sesuai lagi. Kita harus melihat budaya sebagai satu alat yang mampu membentuk kita ke arah kemodenan yang lebih baik lagi iaitu kemodenan rohaniah dan kebendaan. Mungkin selepas menguasai budaya barulah kita boleh menganggap diri kita sudah mencapai kemodenan hidup.
Karangan Penduduk Ramai...Impaknya terhadap Negara...
Karangan 30

Negara kita pernah merancang untuk mempunyai jumlah penduduk mencecah 70 juta. Dasar ini dijangka mampu membawa banyak kesan positif dan negatif.

Jadi, huraian kedua-dua kesan yang bakal timbul jika penduduk negara mencecah 70 juta orang.

Malaysia memang mempunyai impian untuk memiliki penduduk yng ramai, iaitu 70 juta menjelang 2020. Mungkin ada pihak yang ketawa besar mendengar impian tersebut. Namun, kalau kita kaji kebanyakan negara jiran kita selain Singapura mempunyai jumlah penduduk yang jauh lebih banyak daripada Malaysia. Jadi, impian itu memang ada asasnya cuma dasar ini mempunyai banyak impak positif dan negatif terhadap pembangunan negara.

Alasan yang paling ketara ialah negara kita masih mempunyai kawasan yang luas berbanding dengan negara jiran yang lain. Negara kita hanya mempunyai kepadatan penduduk di kawasan berhampiran bandar besar seperti Kuala Lumpur, Johor Bharu, Ipoh, dan Seremban. Keadaan ini menyebabkan pengurusan sumber manusia dan alam sekitar tidak berjalan dengan baik. Keperluan lebih ditumpukan terhadap penduduk di kawasan bandar sehingga menyebabkan penduduk di kawasan desa terpinggir. Jadi, jumlah penduduk yang ramai memastikan pembangunan negara lebih seimbang kerana jumlah penduduk akan berkembang ke kawasan pedalaman.

Selain itu, penduduk yang ramai memastikan keperluan sumber manusia akan mampu dipenuhi. Setiap tahun negara kita memerlukan tenaga muda untuk meneruskan pembangunan negara. Melalui pertambahan penduduk yang pesat keseimbangan generasi muda dan tua mampu dikawal dengan baik. Kita tidak akan kekurangan sumber manusia kerana mempunyai lapisan penduduk muda yang banyak. Situasi ini turut menyokong pertumbuhan ekonomi negara yang stabil.

Malah, kalau kita kaji, negara-negara kuasa ekonomi dunia mempunyai penduduk yang ramai. Jumlah penduduk yang ramai menyebabkan negara tersebut dapat memiliki pasaran dalaman yang luas untuk keperluan ekonomi mereka. Jepun, Amerika Syarikat, dan China mempunyai penduduk yang ramai sehingga syarikat tempatan mereka tidak memerlukan pasaran luar untuk produk mereka. Jadi, penduduk yang ramai baik untuk perkembangan syarikat tempatan.

Namun, pertambahan penduduk menyebabkan kos perbelanjaan ngara akan bertambah. Kerajaan sudah pasti terpaksa menyediakan lebih banyak kemudahan awam seperti hospital, sekolah, dan sebagainya untuk menampung penduduk yang bertambah itu. Keadaan ini menyebabkan jumlah kewangan kerajaan akan terjejas sedikit demi sedikit. Kegagalan untuk memastikan kewujudan kemudahan awam akan membawa bencana kepada rakyat negara ini.

Kesimpulannya, pertambahan penduduk negara harus diselia dengan rapi. Kita tidak mahu jumlah penduduk yang ramai tetapi taraf hidup atau perbezaan taraf hidup antara masyarakat begitu jauh seperti yang berlaku di India dan Indonesia. Dalam memastikan jumlah rakyat bertambah, kerajaan harus memastikan taraf kesihatan, pendidikan, dan ekonomi terus berkembang sejajar dengan jumlah penduduk.

model karangan cikgu azman mahat 5

Karangan Muzik Penting Dalam Generasi Muda?
Karangan 21

Rancangan muzikal di media massa sering dikatakan tidak membawa makna. Namun, rancangan sebegitulah yang mendapat sambutan masyarakat.

Huraikan kebaikan-kebaikan yang tercetus daripada muzik di negara ini.

Muzik dan masyarakat tidak dapat dipisahkan kerana muzik pada masyarakat menjadi tempat mereka meluahkan perasaan dan tenaga mereka terutama dalam mengharungi kehidupan yang penuh cabaran ini. Keadaan ini menyebabkan rancangan muzikal telah mendapat sambutan hangat masyarakat terutama remaja. Sesungguhnya, muzik mempunyai pelbagai natijah yang mampu mengubah kehidupan sesebuah negara itu.

Sekali pandang pandang muzik memang membawa kebaikan. Muzik mampu memberi ketenangan jiwa kepada seseorang kerana apabila mendengar muzik, jiwa seseorang akan tenteram terutama mendengar muzik kegemarannya. Irama muzik yang mendayu-dayu menyebabkan jiwa seseorang yang suka memberontak akan kembali menjadi tenang dan gembira. Sesungguhnya, muzik membawa ketenangan jiwa yang meningkatkan lagi kekuatan minda dan fizikal seseorang itu.

Malah, muzik mampu memberi imej baru atau memperkaya muzik tradisional sesebuah negara itu. Keadaan ini mampu diwujudkan kerana muzik tradisional dianggap tidak bersesuaian dengan keperluan alaf globalisasi yang mengutamakan muzik rancak sahaja. Rancangan muzik yang disiarkan oleh media tempatan mampu mengorak langkah untuk menyebarkan pengaruh muzik tradisional terutama dalam kalangan remaja. Jadi, muzik memang mampu meninggikan imej muzik tradisional kita.

Bukan sahaja imej muzik tradisional mampu ditingkatkan tetapi imej negara pada mata masyarakat antarabangsa turut meningkat. Muzik sering dikaitkan dengan tahap kemodenan sesebuah masyarakat dan neagra itu mengikut piawaian antarabangsa. Semakin tinggi minat masyarakatnya terhadap muzik semakin modenlah sesebuah negara itu.

Selain itu, muzik turut mampu memberikan satu kerjaya yang baik terutama kepada remaja. Keadaan ini berlaku kerana bidang muzik di negara ini masih belum diteroka dengan seluasnya. Permintaan sebagai ahli muzik masih tinggi dan persaingannya tidak begitu sengit berbanding dengan negara-negara maju yang lain. Dalam masa yang sama negara mula menganggap keperluan muzik menjadi penting dengan pelbagai konsert muzik diadakan setiap tahun di negara ini.

Kesimpulannya, muzik bukanlah sesuatu yang hanya membawa kebaikan tetapi juga impak negatif yang tersendiri. Setiap individu haruslah menilai dan melihat muzik itu daripada keperluan peribadi mereka untuk memastikan bidang muzik ini membawa impak positif. Peribahasa melayu ‘tepuk dada, tanya selera’ membuktikan bahawa buatlah sesuatu mengikuti keperluan dan kehendak seseorang terutama yang memberi kebaikan sejati.
Karangan 22

Semangat kebangsaan dalam kalangan remaja semakin menipis. Keadaan ini sering dikaitkan dengan perubahan kehidupan masyarakat kita.

Nyatakan usaha-usaha untuk memupuk dan kepentingan memiliki semangat ini kepada remaja.

Semangat kebangsaan merujuk sikap cinta akan negara atau nasionalisme yang mendalam terhadap negara yang tercinta. Sememangnya semangat nasionalisme ini semakin berkurangan terutama dalam kalangan generasi muda kita lantaran corak kehidupan yang semakin berubah selari dengan perubahan zaman. Maka, banyak tindakan yang mampu dilaksanakan untuk memastikan sikap ini terus wujud kerana sikap ini memiliki kesan yang positif.

Tindakan yang pertama ialah subjek sejarah yang diajar di sekolah dilaksanakan secara meluas. Pelajaran sejarah penting ditekankan kerana subjek ini mampu memberi rasa cinta yang meluas dalam diri remaja. Pemahaman tentang sejarah ini menyedarkan remaja mengenai kepentingan memiliki sikap menyintai negara yang mendalam. Jadi, langkah menjadikan subjek sejarah ini mampu menyuntik sikap nasionalisme dalam diri masyarakat terutamanya remaja.

Selain itu, kerajaan boleh menonjolkan pejuang-pejuang negara yang sanggup berkorban demi kedaulatan negara ketika hari Kebangsaan. Penonjolan ini boleh dilakukan melalui penggunaan media massa dengan menyiarkan maklumat diri pejuang-pejuang tersebut beserta kepentingan tindakan mereka dalam menentukan hala tuju kemerdekaan negara pada masa lampau. Langkah ini mampu meningkatkan pemahaman remaja tentang sebab musabab yang membawa kepada pejuang negara itu melakukan sesuatu tindakan yang dipelajari dalam subjek sejarah. Ringkasnya, langkah mempamerkan informasi tentang pejuang-pejuang negara ini mampu meningkatkan semangat remaja untuk meniru semangat yang telah dipamerkan oleh pejuang-pejuang bangsa itu sebelum ini.

Malah, kerajaan melalui Kementerian Pendidikan boleh menjalankan satu pertandingan yang melibatkan remaja seperti deklamasi sajak, menulis esei, dan pementasan drama yang bertemakan semangat kebangsaan. Aktiviti ini dapat memastikan remaja menyelami dan memahami peristiwa yang dialami oleh pejuang-pejuang negara secara lebih mendalam lagi. Pertandingan yang berunsur sastera ini dapat mendekatkan remaja dengan pejuang-pejuang negara yang sudah lama meninggalkan negara ini. Maka, aktiviti berunsur pertandingan sastera ini memberi satu dimensi baru kepada remaja untuk mencintai negara mereka.

Kerajaan boleh menonjolkan kejayaan negara dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Kejayaan ini mungkin diperoleh melalui kejayaan melangsungkan kejohanan sukan, memenangi sesuatu anugerah, dan pencapaian luar biasa rakyat kita dalam sesuatu perkara. Kejayaan rakyat kita mendaki Gunung Everest dan penghasilan kereta nasional mampu meningkatkan sikap cinta akan negara ini selain kemampuan negara dalam menganjurkan Sukan Komanwel suatu masa dahulu. Perkara ini penting ditekankan supaya remaja mempunyai sesuatu perkara yang boleh mereka banggakan dan kaitkan dengan negara apabila berbicara tentang negara sendiri. Sesungguhnya, semua kejayaan negara memberikan satu motivasi yang tinggi kepada remaja untuk turut mencapai kejayaan yang serupa atau menghasilkan kejayaan yang lebih baik lagi.

Kesimpulannya, pemupukan semangat kebangsaan memang menjadi perkara penting dalam pembangunan negara sejak dahulu. Pemupukan ini penting supaya remaja tidak lupa akan perjuangan yang sudah dilakukan oleh generasi terdahulu dan membiarkan pengorbanan mereka menjadi sia-sia belaka. Mungkin remaja sekarang harus merenung dan bertanya kepada diri sendiri, “apa yang mampu mereka sumbangkan kepada negara” dan bukannya “apa yang mampu diberikan oleh negara kepada mereka”.

Karangan 23

Buli semakin berleluasa di sekolah kita. Keadaan ini menyebabkan masyarakat semakin gusar.

Huraikan punca-punca tercetus.


Apakah itu kes buli? Kes buli membawa maksud masalah yang meliputi kegiatan seperti memeras ugut, menghina, mengejek, menumbuk, memaki dan sebagainya yang dilakukan oleh seseorang terhadap pemangsanya. Memang tidak boleh dinafikan bahawa dewasa ini, kes buli yang berlaku di sekolah semakin berleluasa dan menjadi-jadi. Hal ini telah mencapai satu tahap yang amat merimaskan dan membimbangkan pelbagai pihak seperti pihak sekolah, ibu bapa, kerajaan, masyarakat dan lain-lain lagi.

Menurut kajian, kes buli ini menjadi semakin meningkat pada setiap tahun dalam kalangan pelajar dan semakin serius masalahnya. “Jika tidak kerana angin masakan pokok bergoyang”. Oleh itu, setiap masalah yang berlaku tentu mempunyai puncanya. Terdapat beberapa punca yang telah dikenal pasti sebagai penyumbang kepada masalah kes buli ini.

Antaranya ialah kekurangan penghayatan nilai-nilai agama yang ada pada pelajar yang sanggup melibatkan dirinya dalam kes buli. Mereka sanggup berbuat demikian hanya untuk mendapatkan perhatian orang lain dan menunjukkan kekuatannya kepada orang lain. Mereka semakin ketandusan nilai kemanusiaan.

Selain itu, ibu bapa yang kurang memberikan belaian kasih sayang dan prihatin kapada anak juga menjadi antara puncanya kes buli ini berlaku. Ibu bapa yang selalu sibuk mencari duit dan bersikap materialistik telah mengabaikan tanggungjawab mereka terhadap anak mereka.

Di samping itu, para pelajar yang masih berumur setahun jagung dan berdarah setampuk pinang ini mudah terpengaruh dengan tindakan rakan sebayanya. Jika kawan-kawannya merupakan pembuli, pelajar tersebut juga akan terikut-ikut perbuatan kawannya supaya dapat diterima oleh ahli-ahli kumpulannya. Pengawasan yang longgar di sekolah juga menjadi puncanya kerana telah memberi peluang kepada pelajar yang ingin menjalankan pembulian mereka terhadap pelajar lain.

Bak kata pepatah ‘tiada penyakit yang tiada penyembuhnya’.Terdapat pelbagai langkah drastik yang boleh dijalankan untuk membendung dan membanteras kemelut ini.Antaranya ialah pihak kerajaan seperti Kementerian Pelajaran dan juga pihak sekolah harus menitikberatkan isu kes buli ini dalam pelajaran di sekolah dengan melalui mata pelajaran tertentu seperti Pendidikan Moral, Pendidikan Islam, Pendidikan Sivik dan sebagainya. Dengan itu, pelajar akan menyedari bahawa perbuatan buli ini merupakan satu kesalahan dan pelajar juga didedahkan dengan pelbagai maklumat tentang kesan buruk daripada perbuatan membuli dan cara-cara mengelakkannya daripada terbabit dalam kes buli ini.

Natijahnya, selagi masalah ini masih berleluasa, impian negara kita yang ingin melahirkan satu bangsa yang bermartabat mulia dan berdaya maju akan tinggal sebagai khayalan sahaja. Hasrat negara kita yang ingin mencapai Wawasan 2020 juga akan tinggal sebagai angan-angan Mat Jenin semata-matanya. Hal ini kerana para pelajar merupakan aset negara yang penting dan akan menerajui negara ini pada masa depan. Bak kata peribahasa Melayu ‘pemuda harapan bangsa, pemudi tiang negara’. Oleh itu, semua pihak haruslah sehilir semudik dan sehati sejiwa dalam usaha menangani masalah kes buli ini walaupun kita terpaksa mengharungi liku-liku yang penuh dengan onak duri ini. Semoga berkat daya usaha yang gigih, kita dapat melahirkan generasi muda yang dapat menjulang nama negara dan mengangkat martabat bangsa dipersada dunia


Karangan 24
Masalah disiplin pelajar semakin meruncing. Masyarakat semakin kecewa dengan kegagalan pendidik untuk membentuk sahsiah pelajar.

Jelaskan punca-punca.

Masalah disiplin boleh dikaitkan dengan kegagalan pelajar di sekolah untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Isu ini menjadi perbualan hangat masyarakat lantaran kegagalan golongan pendidik untuk membentuk sahsiah pelajar. Jadi, apakah faktor yang mendorong masalah ini berlaku dan apakah peranan yang boleh dilakukan oleh ibu bapa dan kerajaan?

Masalah ini semakin meruncing ekoran kurangnya kasih sayang dan perhatian ibu bapa era globalisasi ini. Ibu bapa lebih mengutamakan kerjaya mereka sehingga alpa tanggungjawab mereka mendidik anak yang dahagakan kasih sayang mereka. Akibatnya, pelajar terbabit mencari jalan keluar dengan melakukan tindakan-tindakan disiplin yang bertujuan untuk menarik perhatian ibubapa mereka. Sesungguhnya, kelalaian ibubapalah yang menyebabkan masalah disiplin menjadi-jadi.

Sementara itu kemunculan media massa turut mendorong masalah ini memuncak dengan drastik. Kelakuan yang tidak senonoh yang mereka saksikan telah menimbulkan rasa untuk mencuba pula dalam hati pelajar. Kebanyakan masalah disiplin dikatakan satu cubaan meniru kelakuan yang telah mereka tonton sebelum ini. Jadi, disiplin mempunyai kaitan rapat dengan kejadian disiplin pelajar yang terus merosot itu.

Rakan sebaya turut menjadi punca masalah disiplin pelajar menjadi-jadi. Pelajar sering menganggap rakan sebaya mereka sebagai rakan yang sebenar. Rakan yang mendengar dan sanggup berkorban untuk mereka berbanding ibubapa yang gagal menjalankan tanggung jawab mereka. Ringkasnya, rakan sebaya yang negatif akan memastikan disiplin pelajar itu akan turut merosot dengan drastiknya.

Tambahan pula, kegagalan pihak sekolah bertindak pantas dan telus dalam isu ini turut menjadi faktor yang mendorong meluasnya masalah ini. Ada pihak sekolah yang merahsiakan masalah disiplin sekolah mereka kerana tidak mahu nama sekolah terjejas. Tindakan ini menyebabkan ada pelajar yang beranggapan tindakan mereka melanggar disiplin tidak akan dilaporkan oleh pihak sekolah. Sikap acuh tak acuh sekolah yang turut kekurangan guru disiplin ini menyebakan pelajar semakin berani melakukan kesalahan disiplin. Oleh itu, cara pihak sekolah menangani masalah disiplin turut menentukan peningkatan masalah disiplin pelajar.

Malah, ketiadaan program selepas sekolah yang sesuai dengan pelajar turut menjadi punca masalah ini terus berleluasa. Program yang menarik dapat menghalang pelajar menghabiskan masa mereka di pusat-pusat beli-belah dan terjemurus ke dalam aktiviti menyalahi disiplin. Masa yang mereka habiskan untuk menjalankan aktiviti ini menyebabkan mereka lebih berdisiplin.

Kesimpulannya, kemelut disiplin ini sudah lama diperkatakan oleh masyarakat. Saban hari kita disogokkan dengan pelbagai cadangan yang tinggal cadangan sahaja. Mungkin kali ini kita perlu bertegas dan berpijak di bumi nyata.

Karangan 25

Semangat kejiranan sudah longgar dalam masyarakat kita kalau kita lihat sejak akhi-akhir ini. Keadaan ini menimbulkan pelbagai spekulasi kepentingan semangat ini diamalkan.

Pada pendapat anda, apakah langkah-langkah untuk meningkatkan semangat ini.

Semangat kejiranan merujuk semangat membantu masyarakat setempat terutama jiran bersebelahan dalam kehidupan seharian mereka. Sememangnya semangat kejiranan ini semakin hilang dalam masyarakat kita sehingga menimbulkan pelbagai isu semasa pula. Jadi, ada banyak kaedah yang boleh dilaksanakan untuk memastikan semangat ini berterusan kerana memang ada kepentingannya.

Langkah awal ialah masyarakat menghidupkan semua konsep rukun tetangga di kawasan perumahan mereka. Rukun tetangga berfungsi untuk mengawal keselamatan kawasan perumahan terutama pada malam hari. Aktiviti ini memerlukan pembabitan semua pihak tanpa mengira kaum yang mampu menanam semangat kejiranan ketika melakukan rondaan bersama-sama. Oleh itu, hubungan rapat yang terjalin melalui rukun tetangga ini mengeratkan lagi perhubungan antara jiran.

Selain itu, semangat ini mampu dipupuk dengan mengadakan pelbagai majlis yang bercorak setempat. Majlis perkahwinan, rumah terbuka dan hari keluarga mampu menghidupkan semula semangat yang murni ini. Semua jiran akan beramah mesra dan mengenali satu sama lain melalui majlis seperti ini. Sesungguhnya, semangat kejiranan berupaya tumbuh dengan subur berdasarkan majlis sebegini.

Kerajaan turut mampu memainkan peranan dengan mengadakan kempen kesedaran semangat kejiranan ini. Penggunaan media massa seluas mungkin dengan iklan yang menarik sudah pasti berupaya menarik perhatian masyarakat terhadap isu ini. Masyarakat akan mula mempersoal tahap semangat kejiranan mereka dan berusaha ke arah mengekalkan serta meningkatkan semangat itu di kawasan mereka. Sememangnya kerajaan berperanan penting dalam memulakan usaha memupuk semangat mulia ini.

Dalam masa yang sama sikap dan persepsi masyarakat perlu berubah. Masyarakat hendaklah memandang semangat kejiranan ini sebagai satu perkara penting dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat ini perlulah diutamakan dalam sebarang tindakan yang ingin dilaksanakan oleh masyarakat. Jelaslah, paradigma yang baru ini memastikan semangat kejiranan akan terus mekar dalam masyarakat kita.

Kesimpulannya, semangat kejiranan memang boleh dicapai melalui beberapa kaedah yang dijelaskan tadi. Semua pihak perlulah berusaha untuk memastikan semangat ini terus diamalkan oleh masyarakat di negara ini. Mungkin kita semua harus bertanya diri sendiri "siapakah jiran kita?